28 Januari 2013

Sepucuk Surat Cinta

Coba kau tinggalkan aku sendiri
untuk belajar menahan kerinduan 
dan untuk menimbang sampai seberapa
kadar cinta kasihku kepadamu,
sampai seberapa kesetiaanku padamu
Coba kau biarkan aku berfikir 
apa yang mesti kukatakan padamu 
Setiap orang selalu saja bicara
tentang masa depan dan masa silam
Aku akan jujur saja kukatakan, “aku cinta padamu.”
Kulihat kaki-kaki burung berdansa
 Kudengar putik-putik kembang berdendang 
Itukah pertanda aku jatuh cinta?
Itukah pertanda hatiku kembali tergugah?
Coba kau renungkan sekali lagi 
 di sisi manakah ‘ku harus berdiri 
sebab ini semua tergantung padamu 
sedang di sini telah kubuka tanganku 
Sekarang tinggal bagaimanakah kau bersikap padaku
Kekerasanmu mulai aku sukai 
Sikap-sikapmu pun telah kumengerti 
Pandangan hidupmu aku pun setuju 
walau kita ada di jalan berbeda 
tetapi jelas bahwa tujuan kita sama, padaNya
Benarkah di satu sudutmu, Solo,cintaku mulai tumbuh subur?
Atau semua ini hanyalah sejenak
 seperti yang selalu aku dapati,
 seperti yang selalu aku temui berakhir?

~Ebit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar