20 Januari 2011

Falsafah Pedagang Bakso

Hari ini, jam 09.45 aku buru-buru keluar dari SMP tempatku mengajar di Kebumen, karena jam 10.25 aku harus mengajar di sekolah keduaku di Karanganyar. Waktuku sempit, harus pulang dulu ke rumah naik balikin sepeda, jalan nyegat angkot dst. Padahal waktu tempuh angkot sekitar 25 - 35 menit. Apalagi pada jam-jam tidak sibuk begini, angkot pastilah berjalan pelan karena sambil mencari penumpang. Tapi, alhamdulillah aku belum pernah terlambat.

Angkot 1 datang. Seperti dugaanku, angkot berjalan pelan. Dan seperti naik mobil pribadi, hanya aku satu-satunya penumpang angkot itu. Aku sempat berdoa agar ada penumpang lain naik. Kasihan, masa’ untuk mengantarkanku seorang sejauh itu Pak Sopir dan keneknya hanya mendapat Rp 2000,00? Lagipula syerem juga kan, menjadi satu-satunya perempuan bersama dua pria asing. Kadang pikiran aneh melintas, kalau supirnya ngawur, ngebut, membawaku ke daerah asing dan… dan… TIDAAAAK!!! (Hi.3x Parno banget yach?). Tapi untunglah, Allah melindungiku.

Baca Lanjutannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar