sebuah pertanyaan yang disodorkan oleh seorang ibu yang sedang nungguin les anaknya sontak membuatku menelan ludah 'glek'. Apa bu??? Istri ke-2??? Jadi istri pertama aja belum...hehe....
Ibu : ya misalkan kok mb....kayaknya mbake ini tipe-tipe mau jadi istri ke-2
Aku : ah ibu bercanda...saya aja belum nikah lho bu...
Ibu : ya gpp kan mb...tiba-tiba nanti jadi istri ke-2
aku : {dalam hati} tergantung saya jadi istri ke-2 nya siapa :-)
aku : lha klo ibu sendiri gimana?mau enggak jadi istri ke-2?
ibu : klo aku g mau mb...masak ada perempuan yang mau dimadu
aku : tapi klo bisa ikhlas hadiahnya surga lho bu....{jawab sambil cengengesan)
ibu : ya walaupun diperbolhkan untuk poligami tetep saya g mau mb...klo boleh sich mb saya hapukan ayat yg ngebolhin poligami
aku : ya g' bisa donk bu...kan klo poligami pun juga ada syaratnya...ya kan??? harus adil gthu bu....
tiba-tiba datang seorang laki-laki muda yang masih single duduk disamping ibu tadi.
ibu : Mas...Besok mau poligami g mas??
masnya: {sambil cengengesan} ya tergantung bu....
ibu : tergantung apa??
masnya : {sambil mencuri pandang padaku} tergantung di ijinkan sama istri ku pertama atau g bu..dan tergantung bisa adil atau tidak...
aku : nah...ya kan bu...klo mau poligami itu tergantung bisa adil atau tidak dan diijinakn istri pertamanya atau tidak....hehehe
kamipun sambil meneruskan bacaan majalah nikah......... :-)
QS. An Nissa’ (4):3
“dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.








