16 Oktober 2009

“Aku mencintai mu karena Allah”

“Aku mencintai mu karena Allah” Jarang sekali kalimat itu terucap di jaman sekarang dan hanya sedikit untuk bisa menucapkan kata-kata itu dari hati. Tapi kata-kata itu terasa sangat bermakna dan berarati ketika sudah terucap. Daleeeeem banget…sedalem sumur di belakang rumahku hahaha, wait…sedalam dan sebesar apa makna kalimat itu yang jelas tidak bisa diukur dengan apapun tapi hanya bisa di ukur dari seberapa IKHLASnya kita mencintainya hanya karena Allah semata.
Baca Lanjutannya

29 Juli 2009

Memori in Abe

Terlalu banyak kenangan di Abe yg tidak bisa aku lupakan…
Kenangan bersama billing error yg banyak errornya…
Kenangan bersama mas donat yg sudah membuatku malu…hehehehe {makasih ya mas donat udah ngasih gratisan donat klo hari senin n kamis….hemmm…nyami}
Kenangan bersama client2 yg selalu meninggalkan message billing,entah hanya pengen ngeprint, minta tolong…hemmmm pengen kenalan dll saking banyaknya ga’ bisa disebutin satu persatu..
Kenangan bersama bilik no5 yg kursinya membuat aku jatuh ketika duduk buat mbetulin monitornya…hemmm…jadi malu jika teringat itu….hahahaha
Kenangan pas mbetulin routernya.
Kenangan pas mati lampu.
hemmm….apa terlalu banyak kenangan itu ya hatiku tidak mau ku bawa pulang…

Baca Lanjutannya

22 Juli 2009

Manager n Asisten

“jadilah seorang manager bukan ibu suri, yang mengarahkannya makin mengenal Tuhannya…”

hemmmm…..kalimat itu kok rasanya mengusik perhatianku…
ada seseorang yang memanggilku manager…hemmm,,,…siapa ya???? Yang pasti dy asistenku….hehe…kayak artis wae. Hemmmm ga’ tau lah gimana awal ceritanya kok ada manager n asisten,tapi dalam cerita kehidupan ini ga ada pihak ke-3 yang jadi artis,,lho????terus siapa yang jadi artisnya???yang jadi artisnya ya si asisten itu sendiri.
Dia yang selalu protes kenapa sang manager tersebut bisa memilihnya sebagai asistennya hanya dengan sebuah bekal “trust”. Hemmm…walaupun sang asisten tersebut selalu mengatakan kekurangan dirinya tapi semua alasan itu tidak ada satupun yang bisa mengubah satu kata itu “trust”..Kenapa ya kira2???Padahal sang asisten itu setiap ada kesempatan selalu mengutarakan kekurangannya dari a sampai z.

Tapi ada sebuah pertanyaan yang selalu ingin aku tanyakan pada diriku sendiri “Apa aku sudah bisa menjadi manager yang mengarahkannya makin mengenal Tuhannya???”